5 Faktor Kenapa Instagram Stories Mampu Mengalahkan Snapchat

Instagram Stories Mampu Mengalahkan Snapchat dengan 700 juta pengguna, jauh mengalahkan Snapchat yang hanya memiliki 300 juta pengguna. Dari semua itu, fitur Snaps digunakan oleh 160 juta, sementara Instagram mengumumkan dua hari yang lalu bahwa Stories miliknya telah digunakan oleh 250 juta pengguna setiap hari

Bejagadget.com – Sebelum Instagram Stories diluncurkan Agustus tahun lalu, Snapchat adalah jaringan sosial yang tumbuh paling cepat, bahkan mampu mengalahkan Twitter, Instagram dan Facebook dalam pertumbuhannya.

Pada tahun 2013, Snapchat membuat gebrakan baru dengan menghadirkan fitur yang ia namai “Snaps” dimana dengan fitur tersebut pengguna bisa bercerita, share gambar apa saja yang nantinya akan hilang dalam waktu 24 jam setelah diposkan. Dan berkat fitur itu pula lah yang membuat perusahaan tersebut semakin jauh meninggalkan kompetitornya.

Namun sayangnya snapchat tidak bisa mempertahankan dominasinya itu, terlebih setelah Instagram meluncurkan fitur yang mirip dengan yang mereka miliki yaitu Instagram Storiess. Kurang dari tiga perempat sejak diluncurkan Agustus 2016, Instagram Stories mampu melampaui Snapchat di Daily Active Users (DAU), yaitu sebuah metrik yang memastikan relevansi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari pengguna.

Tidak hanya itu saja, sekarang banyak pengguna Snapchat terutama para selebriti, hingga penerbit konten bermigrasi ke Instagram Stories, alasannya karena mereka melihat bahwa platform milik Facebook itu lebih banyak fitur jika dibandingkan Snapchat. Agen pemasaran influencer global Mediakix memperkirakan bahwa influencer sekarang menggunakan Instagram Stories 25 persen lebih banyak daripada Snapchat setiap hari.

Bahkan di Google Trends, Instagram Stories dua kali lebih populer ketimbang Snapchat. Murni atas basis pengguna juga, Instagram sekarang digunakan oleh 700 juta pengguna, jauh mengalahkan Snapchat yang hanya memiliki 300 juta pengguna. Dari semua itu, fitur Snaps digunakan oleh 160 juta, sementara Instagram mengumumkan dua hari yang lalu bahwa Stories miliknya telah digunakan oleh 250 juta pengguna setiap hari.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat Snapchat kalah dari Instagram? Apa karena kurangnya fokus strategis? Atau apakah karena semangat dan visi Instagram yang membuat Instagram Stories lebih sukses?

Berikut adalah faktor kenapa Instagram Stories mampu mengalahkan Snapchat

Mudah digunakan (user-friendly interface)
Dalam dunia teknologi sosial, keramahan fitur untuk pengguna itu sangat penting. Dalam sebuah penelitian, mengungkapkan jika kebanyakan pengguna mengatakan Facebook itu user-friendly, sementara Twitter tidak. Demikian pula Instagram yang sangat intuitif dan user-friendly, sedangkan Snapchat sangat membingungkan, terlebih bagi pengguna baru. Bahkan pengguna yang sangat gemar terhatap teknologi, akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sepenuhnya memahami fungsinya.

Ukuran aplikasi
Snapchat adalah aplikasi yang cukup berat yang membutuhkan ruang 58 MB. Di sisi lain, Instagram hanya menggunakan 23 MB, sehingga menghemat ruang penyimpanan pada perangkat pengguna.

Pengguna yang memiliki varian smartphone 16 GB atau kurang, cenderung mempertahankan aplikasi yang lebih ringan saat mereka kehabisan ruang. Mungkin, hal itu mengakibatkan banyak pengguna menghapus Snapchat karena alasan jenis ruang yang dimilikinya.

Kemampuan untuk menemukan konten
Jika Anda baru mengenal Snapchat, Anda tidak akan tahu siapa yang harus diikuti. Kemampuan untuk menemukan konten adalah masalah nyata, kecuali jika Anda mencari pegangan yang tepat dari pengguna. Sementara di Instagram, Anda bisa mengikuti saran seperti di Twitter berdasarkan minat dan interaksi Anda.

Tab Explore adalah cara terbaik untuk mengetahui apa yang terjadi di sekitar Anda. Dengan demikian, Instagram langsung menjadi lebih mudah dan ramah. Bahkan jika pengguna tidak memposting sendiri, Cerita dapat dilihat tepat di atas homepage mereka. Hal ini sering menginspirasi konsumen konten pasif untuk berubah menjadi pembuat konten aktif. Tidak ada hal semacam ini yang mungkin dilakukan pada Snapchat karena disain dan fungsinya.

Fiturnya yang beragam dan inovatif
Snapchat memang sangat inovatif, bahkan Instagram “membajak” beberapa fitur ke Stories mereka pada awal rilisannya. Namun, sekarang Instagram telah mengungguli Snapchat dalam satu tahun terakhir ketika mereka menghadirkan fitur baru, format konten, dan penambahan yang lebih inovatif.

Tidak seperti Snapchat, Instagram memiliki Photo Feed yang mampu menjelajahi photo, bahkan para fotografer profesional dan seniman menggunakannya fitur ini sebagai jaringan untuk memamerkan karya mereka ke seluruh dunia. Tidak hanya itu, Instagram juga membawa kemampuan video langsung ala Facebook Live ke Stories mereka yang memungkinkan pengguna untuk menyiarkan profil mereka melalui Instagram Live Storiess.

Pada awal peluncurannya, video yang disiarkan akan otomatis hilang setelah siaran berakhir. Namun kini Instagram telah mengaktifkan pemutaran untuk siaran dan memungkinkan pengguna untuk menyimpan Live Storiess mereka selama 24 jam sebelum terhapus. Dan sekarang, semua fitur tersebut telah hilang pada Snapchat, dan mengasingkan banyak merek, selebriti dan influencer, yang melihat Live Storiess sebagai cara yang baik dan hemat biaya untuk membangun pemirsa.

Kemampuan menghubungkan yang mendalam
Instagram memungkinkan pengguna melakukan hyperlink di bio profil, posting publik, DM pribadi dan bahkan dalam Cerita. Ini adalah area celah untuk Snapchat yang membatasi hanya aplikasi pesan visual yang bertentangan dengan platform bermakna untuk berbagi konten dan jaringan.

Sebelumnya Instagram memang hanya mengizinkan pengaitan hyperlink pada bio pengguna saja, namun seiringnya waktu, mereka sekarang telah mengaktifkan secara keseluruhan, sehingga membantu para penerbit konten mengarahkan lalu lintas ke halaman lain. Ini telah mengubah Instagram menjadi saluran pemasaran yang penting dan juga mengarah pada pertumbuhan Instagram for Business.

Apakah Snapchat telah berakhir? Belum, tapi bisa juga ya dan Snapchat tahu apa yang akan mereka lakukan kedepan. Snapchat masih memiliki basis pengguna, namun Instagram Storiess semakin berkembang dengan cepat. Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi mereka untuk menciptakan inovasi baru di luar aplikasi.

Ada laporan bahwa Snapchat akan berputar haluan menjadi perusahaan perangkat keras. Menurut Mediakix, Snap Inc. baru-baru ini tengah memulai misi perekrutan untuk memperkuat departemen teknik, telekomunikasi, dan manufakturnya.

 

Artikel Terkait