Mengabarkan Berita Seputar Gadget dan Teknologi Terkini

Artificial Intelligence Bisa Menjadi Alat Baru Untuk Mencegah Serangan Cyber

Seiring dengan cepatnya perkembangan dunia internet, membuat penyebaran Artificial Intelligence (AI) telah menjadi tak terelakkan bagi perusahaan keamanan untuk menganalisis sejumlah besar data guna menyelamatkan jaringan dari upaya penyusupan.

Bejagadget.com – Perusahaan keamanan internet bernama F-Secure telah mengumumkan jika mereka mulai beralih ke sistem Artificial Intelligence (AI) yang dapat digunakan untuk melatih logika dan dirancang untuk mendeteksi kecurigaan serangan Cyber berdasarkan struktur file atau file, perilaku atau keduanya.

Seiring dengan cepatnya perkembangan dunia internet, membuat penyebaran Artificial Intelligence (AI) telah menjadi tak terelakkan bagi perusahaan keamanan untuk menganalisis sejumlah besar data guna menyelamatkan jaringan dari upaya penyusupan.

Sean Sullivan, salah satu penasihat Keamanan F-Secure mengatakan bahwa perilaku abnormal sebuah file ditandai oleh AI yang membantu mendeteksi ancaman pada tahap awal tanpa banyak kerusakan yang dilakukan pada jaringan. Perusahaan keamanan tersebut mengklaim jika model perilaku memungkinkan mereka mengambil langkah awal untuk menyelamatkan pelanggan mereka dari serangan ransomware seperti ‘Locky’.

Jaringan terus-menerus terkena ancaman seperti malware, phishing, pelanggaran kata sandi dan penolakan serangan layanan. Setiap hari, rata-rata F-Secure Labs menerima data sampel dari 500.000 file dari pelanggannya yang mencakup 10.000 varian malware dan 60.000 URL jahat untuk analisis dan perlindungan, kata Sullivan.

Kerika ditanya apakah alat mesin dan Artificial Intelligence bisa membuat pekerjaan orang di cyber security menjadi berlebihan, perusahaan keamanan internet yang berbasis di Finlandia tersebut mengatakan bahwa serangan malwares tidak mungkin dirancang oleh manusia yang berpikir kreatif untuk melewati solusi keamanan otomatis. Jadi, ada kebutuhan manusia yang bisa berpikir kreatif untuk mempertahankan jaringan dari serangan tersebut.

Mereka juga mengatakan bahwa Artificial Intelligence dan pembelajaran mesin sedang dalam tahap berkembang dan masih banyak cara untuk menerapkan secara luas alat-alat semacam itu dalam keamanan cyber karena hanya pemain besar saat ini lah yang mampu membangun sistem semacam itu dan memperbaikinya setiap hari.

Berita Terkait