Bug Facebook Diduga Telah Membuka Identitas Moderatornya Kepada Kelompok Ekstremis

Bug Facebook telah membuka identitas Moderator mereka kepada kelompok-kelompok yang dicurigai sebagai teroris namun Facebook telah memperbaiki masalah tersebut dan saat ini mereka telah membuat perubahan teknis untuk mendeteksi dan mencegah supaya jenis permasalahan ini tidak terjadi lagi di masa akan datang.

Bejagadget.com – Facebook telah mengakui bahwa sebuah bug perangkat lunak yang ditemukan pada bulan November tahun lalu telah membuka identitas Moderator atau pemantau onlinenya kepada kelompok-kelompok yang dicurigai sebagai teroris.

Menurut sebuah laporan di Guardian, Bug tersebut menyebabkan profil moderator konten mereka muncul secara otomatis sebagai notifikasi di kelompok Facebook. Moderator ini adalah orang-orang yang bekerja untuk menghapus halaman dari Facebook yang mana memiliki konten yang tidak pantas seperti propaganda, teroris, atau ucapan kebencian.

Pada laporan tersebut juga mengatakan jika 1.000 pekerja yang terkena dampak, sekitar 40 orang bekerja di tempat unit kontra-terorisme yang berbasis di markas besar Eropa di Dublin, Irlandia. Guardian mengatakan atas bocornya celah keamanan tersebut, enam profil pribadi Moderator facebook kemungkinan telah dilihat oleh tersangka teroris.

Hal tersebut diungkapkan Guardian setelah mereka berbicara dengan salah seorang korban yang berasal dari Irlandia kelahiran Irak. Korban yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa ia telah bersembunyi setelah mengetahui bahwa anggota yang terkait dengan kelompok-kelompok teroris yang dicurigai (yang telah dilarangnya dari Facebook) telah melihat profilnya.

Dalam sebuah pernyataannya kepada Guardian, Facebook mengatakan bahwa mereka telah memperbaiki masalah tersebut. Dan saat ini mereka telah membuat perubahan teknis untuk mendeteksi dan mencegah supaya jenis permasalahan ini tidak terjadi lagi di masa akan datang.

Sementara itu, Facebook juga baru-baru ini telah mengumumkan bahwa mereka sedang memulai menggunakan artificial intelligence (AI) untuk menghentikan penyebaran konten teroris di platform miliknya. Raksasa media sosial tersebut telah menyebarkan teknik seperti pencocokan gambar, pemahaman bahasa, dan kolaborasi lintas platform untuk membantu memerangi penggunaan layanan oleh teroris.

Baca juga: Facebook Akan Gunakan AI Untuk Melawan Konten Teroris Secara Online

Tidak hanya itu, kecerdasan buatan yang mencakup laporan akun yang berkaitan dengan terorisme serta perluasan tim spesialis terorisme dan keselamatan kerja akan membantu Facebook dalam konteks pemahaman.

 

Baca Juga