Facebook Diduga Membujuk Sejumlah Pengguna Untuk Menginstal Aplikasi VPN Miliknya Dengan Iming-Iming $ 20 perbulan

Sejak tahun 2016, Facebook secara diam-diam telah menawarkan jumlah nominal uang kepada sejumlah pengguna berusia agar menginstal aplikasi VPN “Facebook Research” untuk mendapatkan akses ke data mereka

Bejagadget.com – Facebook, platform media sosial terbesar besutan Mark zuckerberg itu diduga telah membayar para remaja untuk menggunakan aplikasi VPN buatannya agar mendapatkan akses ke data mereka.

TechCrunch melaporkan bahwa Sejak tahun 2016, Facebook secara diam-diam telah menawarkan uang senilai $ 20 (sekitar Rp 280.000) per bulan dan biaya referensi kepada sejumlah pengguna berusia 13 hingga 35 tahun agar menginstal aplikasi VPN “Facebook Research”.

Selain itu, untuk mendapatkan bayaran, pengguna harus tetap menjalankan VPN setelah menginstal aplikasi. Tidak hanya itu, pengguna juga dilaporkan diminta untuk meningirim tangkapan layar pada halaman pesanan mereka di Amazon.

Untuk menyembunyikan keterlibatannya, Facebook telah menggunakan layanan pengujian beta seperti Applause, BetaBound, dan uTest yang bertindak merekrut peserta untuk menginstal Facebook Research.

Aplikasi ini mirip dengan aplikasi Onavo Protect Facebook yang saat ini telah dilarang oleh Apple karena melanggar privasi dan telah di hapus sejak bulan Agustus yang lalu.

Laporan lebih lanjut menambahkan bahwa dengan cara ini, Facebook memiliki akses ke data pengguna untuk mengetahui isi pesan pribadi di aplikasi media sosial, email, aktivitas browsing, serta informasi lokasi yang sedang berlangsung.

Facebook mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa mereka memang menjalankan Research program untuk mengumpulkan data tentang kebiasaan pengguna pada ponsel pintar mereka, dan tidak memiliki rencana untuk berhenti.

“Seperti banyak perusahaan, kami mengundang orang untuk berpartisipasi dalam penelitian yang membantu kami mengidentifikasi hal-hal yang dapat kami lakukan dengan lebih baik”, kata seorang juru bicara Facebook.

“Karena penelitian ini bertujuan membantu Facebook memahami bagaimana orang menggunakan perangkat seluler mereka, kami telah memberikan informasi luas tentang jenis data kami kumpulkan dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi. Kami tidak membagikan informasi ini kepada orang lain dan orang-orang dapat berhenti berpartisipasi kapan saja”, tambahnya saat menanggapi pertanyaan TechCrunch.

Facebook telah banyak dikecam karena masalah terkait penggunaan privasi penggunanya. CEO Apple, Tim Cook telah sangat kritis terhadap Facebook dan pelanggaran privasinya. Apple bahkan mengancam mencabut izin Facebook untuk mendistribusikan aplikasi internal sepenuhnya.

Artikel Terkait