Google Kucurkan Dana US$ 22 Juta Dalam Investasinya Dengan KaiOS

Dengan Investasinya ini, Google dan KaiOS ini akan bekerja sama untuk membuat Google Asisten, Google Maps, YouTube, dan Google Search tersedia untuk pengguna KaiOS

Bejagadget.com – Google baru dikabarkan telah mengucurkan dananya sebesar US$ 22 juta atau sekitar Rp316 miliar dalam sebuah investasinya dengan KaiOS.

Investasi yang dilakukan Google ini mungkin agak sedikit aneh, mengingat dominasi OS Android miliknya di dunia smartphone. Tetapi itu jelas ada alasan dibalik investasinya tersebut, dimana Google sepertinya juga menginginkan layanannya untuk hadir di ponsel yang menjalankan KaiOS.

Dalam sebuah keterangannya disitus perusahaan, CEO KaiOS, Sebastien Codeville mengungkapkan bahwa pihaknya dan Google akan bekerja sama untuk membuat Google Asisten, Google Maps, YouTube, dan Google Search tersedia untuk pengguna KaiOS.

Mungkin sebagian dari Anda belum tahu apa itu KaiOS?. Pada dasarnya ini adalah sistem operasi Linux berbasis web yang dirancang bagi para pengembang untuk menggunakan HTML5, Javascript, dan CSS untuk aplikasi yang akan digunakan di ponsel berfitur seperti Nokia 8110.

Google memang sedang berupaya untuk membawa sistem operasi Android miliknya agar bisa digunakan di ponsel murah yang memiliki memori minim. Saat ini mereka telah membuat sebuah projek Android Go untuk membawa Android ke smartphone yang memiliki RAM 1GB.

Baca Juga: Google sedang menguji fitur switcher tab horizontal di Google Chrome

Upaya Google tersebut cukup baik, tapi sayangnya itu juga masih memiliki kekurangan, dimana Android masih membutuhkan sekitar 3GB ruang penyimpanan. Sedangkan KaiOS, tidak memerlukan RAM dan penyimpanan yang besar.

Sementara itu, KaiOS perlahan-lahan muncul sebagai pilihan populer untuk ponsel berfitur, khususnya bagi pasar negara berkembang. Hingga saat ini, ada lebih dari 40 juta ponsel yang menjalankan KaiOS. Selain Nokia 8110, salah satu perangkat dari TCL dan Micromax juga didukung oleh KaiOS.

Ini adalah jumlah yang mengesankan untuk pasar ponsel berfitur yang masih bertahan kuat meski sekarang kehadiran smartphone mendominasi sebagian besar penjualan ponsel.

Source The Verge

Artikel Terkait