Google Luncurkan Fitur Anti Phishing di Gmail Untuk Pengguna iOS

Google luncurkan fitur anti phishing di Gmail untuk pengguna iOS dan akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna aplikasi Gmail di perangkat iPhone atau iPad yang diprediksi sudah dapat bekerja untuk semua pengguna pada akhir Agustus.

Bejagadget.com – Pada bulan Mei lalu, layanan email gratis Google yaitu Gmail telah menerima serangan phishing yang yang juga melibatkan Google Documents. Mengatasi tersebut, Google langsung bertindak cepat dengan menambahkan keamanan ekstra ke Gmail untuk perangkat Android.

Dan kini, setelah tiga bulan berlalu, perusahaan yang berbasis di Mountain View tersebut akhirnya menambahkan mekanisme anti phishing yang sama ke aplikasi Gmail untuk iOS. Dalam sebuah pernyataannya, Google mengatakan bahwa dengan hadirnya fitur baru ini dapat mencegah pengguna untuk mengklik tautan yang dianggap Google mencurigakan.

Cara kerjannya, ketika pengguna akan mengklik tautan mencurigakan di pesan Gmail, maka Google akan otomatis memberikan peringatan dengan berkata “Sebaiknya Anda berhati-hati sebelum melanjutkan, karena tautan tersebut kemungkinan tidak aman”. Dan ketika pengguna yakin bahwa tautannya itu aman, pengguna masih bisa menuju ke situs yang ada di tautan tersebut, namun Google memperingatkan bahwa apa yang di lakukan adalah risiko sendiri.

Dalam sebuah laporan dari Forbes, mengatakan: Algoritma dari fitur anti phishing di Gmail tersebut akan mendeteksi email yang memiliki karakteristik phishing. Nantinya Email tersebut ditandai dan dikenali oleh analisis lebih lanjut termasuk tes penjelajahan aman yang dapat menunda pengiriman hingga empat menit.

Raksasa teknologi tersebut mengatakan bahwa fitur anti phishing di Gmail itu akan diluncurkan secara bertahap kepada pengguna aplikasi Gmail di perangkat iPhone atau iPad, dan diprediksi sudah dapat bekerja untuk semua pada akhir Agustus.

Saat ini serangan email phishing memang sedang marak terjadi dengan melakukan praktik penipuan dengan pengiriman email yang mengaku teman, keluarga, bahkan hingga mengaku berasal dari perusahaan terkemuka untuk mendorong si korban tanpa sadar memberikan kredensial masuk atau informasi lainnya. Dari nilai ke scammers, atau menginstal malware di komputer mereka yang dapat menyebabkan berbagai masalah.

Menurut Forbes, di tahun 2016 lalu, diperkirakan setidaknya 85 persen perusahaan terkena serangan phishing dan 90 persen serangan phishing tersebut meminta uang tebusan dan biaya rata-rata $ 1,6 juta.

 

Artikel Terkait