Huawei mulai garap Chip Kirin 710 Untuk hadapi Snapdragon 710 dari Qualcomm

Chip Kirin 710 akan menjadi upgrade dari CPU pendahulunya yakni Kirin 659 dan akan datang dengan arsitektur chipset Huawei sendiri berdasarkan pada Cortex A73

Bejagadget.com – Dalam upaya untuk menghadang Snapdragon 710 milik Qualcomm yang baru-baru ini diluncurkan, HiSilicon Technologies kabarnya sedang mempersiapkan chip terbarunya yaitu Kirin 710.

Chip Kirin 710 akan menjadi upgrade dari CPU pendahulunya yakni Kirin 659 dan akan datang dengan arsitektur chipset Huawei sendiri berdasarkan pada Cortex A73. Chip tersebut akan dibangun oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) menggunakan proses 12nm.

Menurut sebuah laporan, Kirin 710 akan diperuntukan untuk pasar mid-range dan dijadwalkan untuk diluncurkan pada bulan Juli tahun ini. Sumber mengatakan bahwa mereka akan langsung bersaing dengan Snapdragon 710 yang sama-sama menyasar pasar yang sama.

Sebagai perbandingan, chipset Snapdragon 710 dari Qualcomm yang diproduksi oleh Samsung Electronics menggunakan proses 10nm bersama fitur mesin AI multi-core dan kemampuan pemrosesan jaringan saraf.

Chipset ini mencakup dua core Kryo 360 Cortex A75 clock pada 2.2GHz dan enam core Kryo 360 Cortex A55 yang menawarkan kecepatan pemrosesan 1.7GHz. Prosesor tersebut dipasangkan dengan grafis Adreno 616 yang menjanjikan 35 persen render grafis yang lebih baik.

Saat ini ada beberapa smartphone yang didukung oleh prosesor Snapdragon 710. Salah satunya adalah Xiaomi Mi 8 SE yang baru-baru ini diumumkan. Yang terbaru, Vivo juga kabarnya akan menggunakan Chip ini untuk salah satu seri Vivo NEX yang akan datang.

Meskipun untuk saat ini kami belum banyak mengetahui spesifikasi tentang chipset Kirin 710, namun perangkat pertama yang menggunakan chipset tersebut kemungkinan adalah Huawei Nova 3 atau Huawei P20 Lite yang diharapkan akan diluncurkan pada bulan Juli 2018.

Sementara itu, Huawei juga kabarnya sedang mengerjakan dua model smartphone lain dengan nomor seri PRA-AL00 dan PRA-TL00. Ponsel ini telah diverifikasi untuk memenuhi standar 3C (Cina Compulsory Certification).

Tahun ini, perusahaan diharapkan untuk mengirim lebih dari 140 juta smartphone Menurut sumber, smartphone mid-range dari perusahaan yang berbasis di China tersebut telah menyumbang setidaknya 50 persen dari total pengirimannya.

Source Digitimes

Artikel Terkait