LiquidSky Merilis Aplikasi LiquidSky 2.0, Untuk Menjalankan Game PC di Android

Disebut LiquidSky 2.0, aplilasi ini dapat membantu para gamer mobile memainkan game PC kesayangan mereka di ponsel Android dengan memanfaatkan permainan di server cloud milik LiquidSky yang disebut dengan SkyComputer.

Bejagadget.com – Perusahaan game Cloud bernama LiquidSky kembali merilis aplikasi Android terbarunya. Disebut LiquidSky 2.0, aplilasi ini dapat membantu para gamer mobile memainkan game PC kesayangan mereka di ponsel Android.

Alasan LiquidSky menghadirkan Aplikasi tersebut bertujuan agar para gamer mobile dapat menjalankan game PC kelas atas di ponsel mereka dengan memanfaatkan permainan di server cloud milik mereka yang disebut dengan SkyComputer.

Nantinya pengguna hanya perlu mendownload permainan yang mereka inginkan dari salah satu etalase utama seperti Steam, Blizzard, Origin atau yang lainnya. Jika permainan itu berjalan di Windows, maka Anda ada kemungkinan besar dapat memainkannya. Berkat penggunaan algoritma latency yang sangat rendah, membuat aplikasi itu dapat memutar streaming gambar ke smartphone atau tablet dengan cara yang efisien.

Pada dasarnya, aplikasi LiquidSky 2.0 ini dapat membantu pengguna untuk menikmati game kelas atas yang sebelumnya telah mereka beli untuk PC tanpa perlu repot-repot membeli perangkat keras lagi.

Aplikasi Android ini telah mendukung semua fitur dan peningkatan kinerja yang baru-baru ini tersedia di LiquidSky 2.0 Windows PC beta. Selain Android, perusahaan tersebut juga berencana untuk memperluas produknya itu ke produk yang dimiliki Apple.

LiquidSky 2.0 ini juga telah mendukung berbagai kontroler termasuk konsol Android dan spesifik Sony yang kompatibel dengan Microsoft dan konsol kompatibel. Ini sangan berguna jika Anda tidak suka memainkan game di layar sentuh. Anda dapat mendownload Aplikasi LiquidSky ini secara gratis, dan versi berbayarnya mulai dari $ 10 perbulannya.

Sebelum LiquidSky, layanan game cloud sebelumnya juga telah ditawarkan oleh perusahaan OnLive, namun perusahaan tersebut mengalami penurunan setelah OnLive jatuh pada tahun 2012 dan kemudian ditutup pada tahun 2015. Namun, LiquidSky berbeda, perusahaan itu terlihat memiliki masa depan yang cerah setelah mereka bermitra dengan IBM untuk membangun cloud costume miliknya sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga berhasil mengumpulkan dana sekitar $ 8 juta dari sejumlah investor termasuk Sun Microsystems.

Source tech.firstpost.com
Artikel Terkait