Spyware Jahat Ditemukan Terinsal di WhatsApp, Segera Perbarui!

WhatsApp baru-baru ini telah merilis pembaruan aplikasi Android dan iOS miliknya setelah temuan Spyware jahat yang memungkinkannya untuk menghidupkan kamera, memindai email atau pesan, hingga mengumpulkan data lokasi pengguna

Bejagadget.com – WhatsApp baru-baru ini telah merilis pembaruan aplikasi Android dan iOS miliknya setelah ditemukan Spyware jahat yang terlinstal di platform milknya.

Spyware tersebut diduga dikembangkan oleh perusahaan intelijen cyber Israel bernama Pegasus, NSO Group asal Israel. Dilansir The Financial Times, Spyware dapat di instal secara otomatis dengan memanfaatkan bug dalam fitur panggilan audio di aplikasi.

Setelah terinstal, Kerentanan yang ditemukan pada awal bulan Mei itu memungkinkannya untuk menghidupkan kamera dan mikrofon perangkat, memindai email atau pesan, hingga dapat mengumpulkan data lokasi pengguna.

WhatsApp mengatakan bahwa sejumlah kecil pengguna menjadi sasaran dari serangan dari Spyware yang dikembangkan oleh Pegasus ini. Namun, untungnya WhatsApp telah memperbaiki kerentanan dan mendesak pengguna untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru untuk menutup celah keamanan.

“WhatsApp mendorong orang untuk meningkatkan ke versi terbaru dari aplikasi kami, serta menjaga sistem operasi seluler mereka tetap mutakhir, untuk melindungi terhadap eksploitasi potensial yang ditargetkan yang dirancang untuk mengkompromikan informasi yang disimpan pada perangkat seluler,” kata WhatsApp dalam sebuah pernyataannya.

Aplikasi perpesanan populer yang saat ini dimiliki oleh Facebook itu juga menambahkan bahwa setidaknya butuh waktu kurang dari sepuluh hari untuk mencerminkan perubahan pada sistemnya.

Adapun sejumlah versi WhatsApp yang terdampak dari serangkan Spyware jahat ini, diantaranya adalah WhatsApp Android sebelum v2.19.134, WhatsApp Business Android sebelum v2.19.44, WhatsApp iOS sebelum v2.19.51, WhatsApp Business iOS sebelum v2.19.51, WhatsApp Windows Phone sebelum v2.18.348, dan WhatsApp for Tizen sebelum v2.18.15.

Pegasus yang dikembangkan oleh NSO Group sendiri diduga telah menjual perangkat lunak berbahaya miliknya ke berbagai pemerintah dan lembaga yang sebenarnya dibuat untuk memerangi kejahatan dan terorisme.

Namun tampaknya itu telah digunakan untuk tujuan yang sangat berbeda dalam beberapa tahun terakhir, terutama terhadap para aktivis untuk hak-hak sipil, jurnalis hingga orang yang melawan pemerintahan.

WhatsApp dalam laporannya juga mengatakan bahwa mereka telah melaporkan kasus ini ke Departemen Kehakiman dan beberapa organisasi hak asasi manusia. “Kami telah memberi pengarahan kepada sejumlah organisasi hak asasi manusia untuk berbagi informasi yang kami bisa, dan bekerja dengan mereka untuk memberi tahu masyarakat sipil,” kata WhatsApp dalam pernyataannya.

Via The Verge
Artikel Terkait