Yang Harus Anda Tahu Tentang WhatsApp dan Enkripsi end-to-end

Dihadirkan pada tahun lalu, Fitur ini pada dasarnya memastikan bahwa pesan WhatsApp hanya bisa dibaca oleh pengirim dan si penerima. Namun ini yang perlu Anda ketahui tentang WhatsApp dan enkripsi end-to-end mereka, dan mengapa aplikasi mereka begitu aman?

Bejagadget.com – WhatsApp adalah aplikasi perpesanan paling populer di dunia yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna. Tapi yang menarik, WhatsApp adalah salah satu dari beberapa aplikasi perpesanan yang telah menyertakan fitur enkripsi end-to-end pada seluruh pesan penggunanya secara default.

Dihadirkan pada tahun lalu, Fitur ini pada dasarnya memastikan bahwa pesan WhatsApp hanya bisa dibaca oleh pengirim dan si penerima. Orang lain, instansi pemerintah, bahkan WhatsApp sendiri tidak ada yang bisa membaca atau melihat pesan yang dikirim di Aplikasi. Alan Kao sebagai WhatsApp Software Engineer dan juru bicara Carl Woog menyoroti beberapa fitur utama dari WhatsApp dan enkripsi end-to-end pada aplikasi tersebut.

Lalu mengapa WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end?

Sekarang ini sebagian besar orang mulai bergantung pada WhatsApp, termasuk diantaranya adalah para politisi yang menggunakan aplikasi ini untuk terhubung dengan konstituen mereka. Dan WhatsApp percaya bahwa keamanan dan privasi percakapan adalah sangat penting, itu sebabnya kenapa mereka menambahkan fitur tersebut untuk semua orang.

Apa sebenarnya protokol yang digunakan WhatsApp untuk enkripsi end-to-end

Dengan basis pengguna 1 miliar, peluncuran WhatsApp dan enkripsi end-to-end pada tahun 2016 lalu ini adalah yang terbesar yang pernah ada untuk fitur semacam itu. Setiap pesan yang dikirim okeh pengguna pada aplilasi WhatsApp akan dienkripsi, dan hanya pengirim dan penerima yang memiliki kunci lah yang bisa mendekripsikan pesannya. Dasar enkripsi end-to-end WhatsApp adalah desain protokol Sinyal oleh sistem Open Whisper, sebuah perusahaan keamanan perangkat lunak terkemuka.

Alan Kao mengatakan bahwa perusahaannya sudah bekerja sama dengan Open Whisper selama dua tahun untuk membawa enkripsi end-to-end kedalam Aplikasi WhatsApp. Beliau juga menjelaskam jika sistem sinyal telah banyak diaudit oleh sistem pihak ketiga dan direkomendasikan oleh para pakar keamanan di dunia.

Hal ini juga dirancang untuk bekerja dengan baik pada semua gadget. Bahkan fitur status yang baru saja di luncurkan WhatsApp juga bersifat end-to-end yang dienkripsi. Kao menanbahkan bahwa WhatsApp menggunakan Enkripsi Encryption Standard (AES) 256-bit untuk menjaga kunci ini tetap aman dan juga mengeluarkan paper terbuka yang menjelaskan bagaimana keseluruhan sistem bekerja.

Apakah sebuah backdoor bisa menyup ke pesan WhatsApp Kita?

Seperti yang Alan Kao jelaskan, ini akan sangat sulit dilakukan WhatsApp tanpa adanya entri backdoor yang terdeteksi. “Setiap perubahan dalam enkripsi kita akan terdeteksi dengan sangat cepat. WhatsApp adalah salah satu aplikasi yang paling banyak diteliti di dunia, peneliti keamanan menganalisis dan membalikkan kembali aplikasi kami secara terus-menerus,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa tidak mungkin membuat backdoor rahasia ke aplikasi mereka. Juga saat mereka menunjukkan, mereka tidak bisa hanya membuat backdoor untuk satu pesta. Sistem seperti itu akan membuat mereka menjadi target utama para hacker.

Apa yang terjadi dengan WhatsApp dan enkripsi end-to-end saat kita mengandalkan backup pihak ketiga untuk pesan WhatsApp?

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa hal itu tidak membahayakan keamanan dan enkripsi pesan, bahkan saat backup dengan pihak ketiga dilakukan. Namun harus dicatat juga, ketika Anda melakukan backup untuk pesan WhatsApp yang diupload ke server layanan pihak ketiga seperti misalnya iCloud atau Google Drive, WhatsApp akan tetap mempertahankannya untuk tidak bisa terbaca sebelum pengguna nembuka kunci dekripsi di perangkatnya.

Rencana WhatsApp dengan layanan bisnisnya di masa depan

WhatsApp mengatakan tidak akan berkomentar mengenai produk mereka di masa depan. Tapi mereka menambahkan bahwa keamanan dan privasi ada dalam DNA mereka, dan setiap produk baru yang mereka luncurkan akan selalu menjaga pikiran itu.

Data apa yang dibagikan WhatsApp dengan Facebook?

WhatsApp menjelaskan, meta-data adalah apa yang dibagikan, yang akan menjadi nomor ponsel, model smartphone, platform pengguna, dan lain-lain. Pesan aktual tidak dibagikan dengan Facebook, namun server WhatsApp akan mengetahui sebuah gambar, video atau teks yang dikirim. Namun tetap saja mereka tidak dapat benar-benar melihat atau membaca pesan yang dibagikan tersebut.

Baca Juga