ZTE dan China Unicom Telah Menyelesaikan Uji Koneksi 5G NR

ZTE dan China Unicom telah menyelesaikan serangkaian uji koneksi 5G di zona baru dengan memanfaatkan base station sub-6GHz 5G pra-komersil pada frekuensi 3.5GHz dengan bandwidth 100MHz bersamaan dengan teknologi Massive Multiple-Input Multiple-Output (Massive MIMO).

Bejagadget.com – Perusahaan teknologi telekomunikasi China ZTE bersama China Unicom telah mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian uji coba lapangan koneksi 5G di zona baru yang mencapai tingkat data hingga 2Gbps untuk peralatan pengguna tunggal.

ZTE mengatakan bahwa uji cobanya itu dilakukan dengan memanfaatkan base station sub-6GHz 5G pra-komersil pada frekuensi 3.5GHz dengan bandwidth 100MHz bersamaan dengan teknologi Massive Multiple-Input Multiple-Output (Massive MIMO).

Uji coba yang dilakukan dalam sebuah kemitraan dengan cabang Guangdong Network, China Construction Network, dan Network Technology Research Institute, dengan operator China yang sudah mendirikan laboratorium 5G pada tahun 2016 untuk mengeksplorasi arsitektur dan platform base station 5G dalam upaya untuk menerapkan 5G secara global di tahun 2020.

Sebelumnya, ZTE juga telah mengumumkan rencananya untuk meluncurkan base station 5G mm Wave dan sub-6GHz berkemampuan 10Gbps yang sesuai dengan standar 3GPP dan 5GNR yang mengidentifikasi pita spektrum pada bulan Februari.

Tidak hanya itu saja, perusahaan China tersebut juga telah meluncurkan solusi Massive MIMO FDD-LTE miliknya yang didukung oleh chip pemrosesan vektor MSC2.0, pada akhir tahun lalu setelah melakukan uji coba dengan China Unicom dan China Telecom.

Sementara pada pekan lalu, ZTE juga telah menyelesaikan beberapa uji coba skenario 5G utama selama tahap kedua dari uji coba nasional China 5G, termasuk pengetatan jaringan, dalam upayanya untuk menguji chip dan peralatannya sebelum di komersialisasi.

ZTE meningkatkan mobile broadband (eMBB) melalui uji sub-6GHz mencapai throughput sel puncak lebih dari 19Gbps dengan 28 aliran divisi spasial menggunakan base station 5G komersial 3.5GHz, sementara uji gelombang milimeter-milimeter (mmWave) melihat empat stream rate lebih dari 13Gbps.

Hasil uji latencynya itu mencapai 0,416ms pada platform uji terpadu menggunakan chipsetnya sendiri untuk eMBB, dan uji coba jenis peralatan berat ZTE mencapai tingkat 90 juta koneksi per-MHz per-jam per-kilometer persegi.

ZTE kemudian menggunakan jaringan tersebut untuk membangun jaringan terpadu di base station sub-6GHz untuk menguji aplikasi kecepatan, latensi, dan komunikasi mesin tersebut yang mencapai tingkat puncak sel tunggal 15Gbps.

Source zdnet.com
Baca Juga