Juni 18, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Apa yang menyebabkan perubahan kemajuan keamanan Indonesia?

Apa yang menyebabkan perubahan kemajuan keamanan Indonesia?

Situasi keamanan Indonesia saat ini tidak bisa diabaikan. Meskipun masih merupakan negara berkembang, Indonesia sedang mengalami revolusi keamanan. Dunia sepertinya bersikeras akan hal ini.

Menurut data Lowy Institute Asia Power Index 2021, Indonesia kini dianggap sebagai kekuatan menengah Asia. Indonesia menempati urutan kesembilan dari 26 negara dengan skor 19,4 dari 100.

Dalam hal kemampuan militer, Indonesia menempati urutan ke-13 secara keseluruhan, peringkat ke-10 dalam anggaran pertahanan, ke-11 dalam angkatan bersenjata, ke-13 dalam persenjataan dan pangkalan, dan ke-13 dalam postur dan kemampuan khas militer Asia.

Sementara itu, Indonesia menempati peringkat 10 besar di Asia dalam hal tenaga militer. Menurut International Institute for Strategic Studies, Indonesia akan menempati peringkat kedelapan di Asia dengan 395,50 ribu personel militer pada tahun 2021. Cina memimpin dalam hal ini dengan total 2,03 juta karyawan.

Upaya sedang dilakukan untuk memperkuat keamanan. Upgrade alutsista Indonesia menargetkan 70% dari kebutuhan pasukan minimum pada tahun 2024. (MEF). Realisasi MEF meningkat karena realisasi MEF pada tahun 2020 hanya sebesar 62,3 persen dari APBN. Hal ini terjadi sebagai dampak dari merebaknya Covid-19 yang menyebabkan belanja pertahanan dialihkan untuk menghadapi pandemi.

Pembentukan elemen cadangan minimal 3.000 pasukan yang sebelumnya tidak ada, membawa beberapa kemajuan dalam kemajuan pertahanan Indonesia. Lalu ada jet tempur Dassault Rafale, kapal perang Italia, pesawat angkut militer Airbus A400M, kapal selam Scorpene dan kendaraan taktis Maung.

Beberapa pengamat menilai pembangunan pertahanan ini akan menggelitik minat masyarakat dunia, terutama negara-negara industri yang terlibat dalam politik dunia.

Peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Juga, ada masalah dalam hubungan negara adidaya yang dapat menyebabkan hal ini.

READ  CII secara singkat: Perspektif Indonesia

Ketegangan antara Amerika, Rusia dan China telah menempatkan dunia dalam bahaya. Gagasan blok “Barat” dan “Timur” pada masa Perang Dingin tampaknya sedang bangkit kembali saat ini.

Karena krisis Rusia-Ukraina, Amerika Serikat harus bersaing dengan Rusia sebagai pemimpin blok Barat. Di sisi lain, AS berselisih dengan China atas masalah Taiwan dan Laut China Selatan.

Di tengah situasi geopolitik yang tegang ini, Indonesia memiliki kemampuan untuk memoderasi negara adidaya yang saling bertentangan. Kekuatan militer Indonesia dapat digunakan sebagai pembawa damai, dan pihak berwenang Indonesia dapat menggunakan kesempatan ini untuk memastikan keamanan global.

Gambar stok

Sosok kunci Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, tak lepas dari penguatan keamanan Indonesia. kenapa ini? Mungkin ada berbagai penjelasan untuk ini.

Sebagai permulaan, Prabowo memiliki latar belakang militer yang tinggi. Setelah lulus dari Akademi Militer di Magelong pada tahun 1974, ia didesak untuk bertugas di ketentaraan sebagai letnan dua di masa mudanya. Selama 24 tahun terakhir, karir militernya telah membawa ke posisi kunci seperti Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

Dia pergi ke negara-negara yang dilanda konflik seperti Timor Timur dan mencapai banyak tujuan. Salah satu pencapaiannya yang menonjol adalah penyelamatan seorang penumpang Garuda DC-9 Voila di Bangkok pada tahun 1981. Operasi ini berhasil menyelamatkan 10-12 peneliti internasional yang diculik oleh pemberontak Gerakan Papua Merdeka (OPM) sebagai bagian dari ekspedisi Lodrents 95.

Keahlian militernya mendukung kemampuannya dalam mengelola dan mengembangkan alutsista. Prabowo menyadari bahwa Angkatan Laut dan Angkatan Udara sangat penting bagi keamanan Indonesia, dan dia bekerja untuk meningkatkan kedua bidang ini.

Kedua, Prabowo Subianto adalah pemimpin umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Zerindra) yang memiliki kekuatan negosiasi politik yang besar. Sekarang ketiga dalam pemilihan umum 2019, Gerindra memiliki kekuatan politik yang signifikan dalam membentuk kebijakan negara. Prabowo memiliki ketajaman politik untuk memerintahkan 78 anggota legislatifnya untuk mengambil kebijakan nasional berdasarkan pandangannya tentang kepentingan nasional. Keselamatan dan keamanan di Indonesia tidak terkecuali.

READ  Korban tewas akibat gempa bumi di Indonesia bertambah menjadi 310 orang

Media sering menyebut kelompok politik Prabowo Subianto sebagai Poros Kertanekara, poros politik yang cenderung nasionalis-patriotik. Cetakan Kerdanegara sering dicetak dalam perkembangannya dalam cetakan Sikias dari Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden keenam Republik Indonesia, dan cetakan Banteng Megawati, Presiden kelima Republik Indonesia.

Prabowo sebelumnya dikenal publik sebagai calon presiden, termasuk mencalonkan diri dengan Joko Widodo, presiden Republik Indonesia saat ini.

Bahkan, dia adalah sosok “Pembuat Raja” yang saat ini mengalahkan banyak pesaing politik populer termasuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mantan Gubernur TKI Jakarta, Anis Baswedan, Gubernur TKI Jakarta saat ini dan Ridwan Kamil. Mantan Wali Kota Bandung. Karena semuanya mampu meraih kesuksesan politik dengan dukungan Prabowo Subianto.

Ketiga, Prabowo memiliki soft diplomacy skill yang kuat. Mengingat iklim politik global saat ini, ia melakukan diplomasi pertahanan secara imparsial, transparan dan menguntungkan.

Prabowo melihat semua bangsa sebagai sahabat yang tidak perlu dipisahkan satu sama lain, apalagi jika mereka memiliki kesamaan tujuan atau ikatan politik.

Selain itu, diplomasi pertahanan tidak hanya melibatkan pengadaan alutsista, tetapi juga pembahasan keamanan internasional, kerjasama ke depan dan upaya investasi peningkatan kemampuan nasional.

Prabowo pernah berkunjung ke Korea Selatan. Dalam diplomasi pertahanan, dia setuju untuk membeli 16 jet latih T-50 Korea Selatan saat membahas keamanan global. Indonesia telah bekerja sama dengan Korea Selatan untuk mengembangkan jet tempur KF-15 Boromae.

Pada saat yang sama, Prabowo secara rutin mengunjungi Jepang yang memiliki sejarah konflik dengan Korea. Dalam kunjungannya, beliau membahas kesepakatan tentang potensi jangka panjang kerja sama alih teknologi militer untuk produksi alutsista.

Meski kedua negara memiliki hubungan yang tegang akibat kesamaan sejarah, namun Prabowo mampu memanfaatkan kedua negara dari sudut pandang yang berlawanan.

READ  Indonesia pertama kali memberi lampu hijau pada vaksin Novax Kovit-19

Mengingat eratnya hubungan AS dan China, Prabowo menghormati kedua negara. Dia menganggap AS sebagai sekutu dekat dan menyambut baik bantuan negara adidaya ke ASEAN. Meski demikian, Prabowo tetap menjaga kerja sama keamanan dan hubungan baik dengan China.

Terlepas dari ketegangan antara kedua negara, Prabowo tetap netral di kedua negara. Akibatnya, Indonesia seolah menjadi mediator internasional bagi negara-negara pesaing. Prabowo telah secara efektif menerapkan konsep politik luar negeri yang independen dan aktif.

Keamanan Indonesia berkembang dan meningkat dengan pesat. Hal ini tidak lepas dari kiprah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang telah mengakselerasi keamanan Indonesia yang sebelumnya lebih fokus pada ancaman asing. Oleh karena itu, memajukan keamanan Indonesia tidak hanya membutuhkan dukungan finansial, tetapi juga orang yang kuat.