Oktober 2, 2022

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

CATL memperpanjang masa pakai baterai di Indonesia


Brunp, anak perusahaan daur ulang CATL, telah bermitra dengan perusahaan Indonesia, Antam dan IBI. CATL ingin berinvestasi sekitar 0,5 5,5 miliar di Indonesia. Kontrak tersebut berfokus pada penambangan dan pemrosesan nikel, produk baterai, produksi baterai, dan daur ulang baterai.

Brunp adalah salah satu dari hanya dua perusahaan daur ulang dengan tanggung jawab lebih dari 50% dari semua perusahaan daur ulang Bisnis daur ulang baterai di Cina. Antam adalah bagian dari Mind, sebuah perusahaan milik negara pertambangan di Indonesia, sedangkan IBI adalah sebuah perusahaan milik negara bernama Industri Baterai Indonesia, yang bertujuan untuk membangun rantai pasokan baterai untuk kendaraan listrik di tanah air. Di dunia internasional, IPI sering disebut sebagai Koperasi Baterai Indonesia.

Meskipun program baterai ketiga perusahaan mencakup lokasi lain di Indonesia, usaha patungan mereka akan fokus pada satu pabrik di Kawasan Industri FHT di Halmahera Timur, di provinsi Maluku utara, Indonesia.

CATL mengatakan proyek tersebut akan semakin memperkuat kehadirannya di industri baterai, memastikan pasokan bahan baku dan sumber daya hulu, mengurangi biaya produksi dan mendorong pertumbuhan bisnis daur ulang baterai.

Akhir tahun lalu, beredar rumor bahwa CATL siap menginvestasikan US$5 miliar. Pabrik baterai di Indonesia. China telah menjadi produsen baterai raksasa Sibuk di Indonesia Dari tahun 2020. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menarik Berinvestasi dari kendaraan listrik Departemen kekuatan Negara ini memiliki cadangan nikel yang signifikan. Pemerintah di Jakarta tidak hanya ingin meningkatkan cadangan bahan baku ini, tetapi juga untuk membangun pengolahan nikel, produk katodik, produksi baterai dan penciptaan nilai selanjutnya melalui pabrik otomotif di dalam negeri. Pada musim panas 2021, Hyundai dan LGES mengumumkan bahwa mereka akan membangun pabrik baterai di Indonesia, dan Hyundai juga membuka pabrik mobil pertamanya di Indonesia pada musim semi ini.

READ  Orang-orang turun ke jalan setelah gempa susulan yang kuat di Indonesia yang kuat

“Itu Indonesia Proyek ini merupakan tonggak penting bagi CATL saat kami memperluas jejak global kami dan menjadi simbol persahabatan abadi di antara mereka. Cina Dan Indonesia“Dia berkata Robin Zheng, Pendiri dan Presiden CATL. “Kami sepenuhnya percaya diri dalam pengembangan proyek di masa depan.”

prnewswire.com