Mei 19, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Diduga serangan harimau membunuh manusia di Indonesia, perburuan terus berlanjut

Diduga serangan harimau membunuh manusia di Indonesia, perburuan terus berlanjut

Pekanbaru, Indonesia: Satu jenazah telah ditemukan di Indonesia bagian barat Setelah dugaan serangan Oleh Harimau Sumatera Pihak berwenang masih melakukan perburuan, kata seorang pejabat setempat pada Sabtu (11 Mei), dalam kasus terbaru bentrokan antara manusia dan spesies yang terancam punah tersebut.

Hanya ada beberapa ratus harimau Ditinggalkan di alam liar di pulau barat Sumatera, mereka sering menjadi sasaran pemburu liar untuk diambil bagian tubuhnya, sementara penggundulan hutan yang meluas telah mengurangi habitat mereka secara signifikan.

Sebuah tim konservasi dikerahkan pada Sabtu sore untuk mencari kucing besar dengan luka yang mengindikasikan serangan harimau, setelah pria berusia 26 tahun itu mati di sebuah perkebunan di provinsi Riau di pulau Sumatera pada Kamis sore.

Tim kami berangkat pagi ini (untuk mencari harimau tersebut). Berdasarkan laporan, kawasan tersebut termasuk dalam habitat harimau, kata Jenman Suhepti Hasipuan, kepala badan keamanan setempat, kepada AFP, Sabtu.

Kapolsek setempat, Budi Setiawan, mengatakan mereka menerima informasi pada Jumat malam bahwa dua pekerja mendengar teriakan temannya saat menyemprot rumput liar di perkebunan akasia.

Para pekerja berusaha mencari rekannya, namun malah menemukan jejak kaki harimau di tanah.

Mereka melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen perkebunan, yang kemudian mengirim lebih banyak orang untuk mencari korban.

Jenazah korban kemudian ditemukan dengan lengan kanan putus dan luka gigitan di leher, kata Chettiawan.

Pada bulan Februari, setidaknya empat petani diserang oleh harimau sumatera dalam dua insiden terpisah di provinsi Aceh di Indonesia bagian barat.

Harimau sumatera dianggap sangat terancam punah oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature), dan diyakini hanya tersisa kurang dari 400 ekor di alam liar.

READ  Pemuda diimbau menjaga ketahanan Indonesia melalui teknologi