Mei 25, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Indonesia dan Uni Emirat Arab sepakat untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan

Indonesia dan Uni Emirat Arab sepakat untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan

ASIATODAY.ID, Jakarta – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat untuk bekerja sama dalam penggunaan mata uang lokal masing-masing negara dalam transaksi perdagangan kedua negara. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Vargeo dan Gubernur Bank Sentral UEA Khaled Mohamed Palama.

Perry mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan pentingnya upaya memperdalam pasar keuangan dan memperkuat hubungan ekonomi antara UEA dan Indonesia melalui penggunaan mata uang lokal.

“Inisiatif ini merupakan upaya mendorong stabilitas dan ketahanan menghadapi kerentanan perekonomian yang semakin meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 10 Mei 2024.

Perry menjelaskan, MoU yang ditandatangani menguraikan kerangka dengan berbagai elemen untuk memfasilitasi penyelesaian transaksi perdagangan lintas batas dalam dua mata uang nasional Dirham UEA dan Rupiah Indonesia.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut menandai tonggak besar dalam memperkuat kerja sama keuangan bilateral dan diharapkan dapat membantu dunia usaha menekan biaya pemrosesan transaksi.

Oleh karena itu, Bank Sentral UEA dan BI akan bekerja sama dalam mendorong penggunaan mata uang nasional dengan mendukung penerapan kerangka kerja secara bertahap yang bertujuan untuk mendukung stabilitas perekonomian dan stabilitas sistem keuangan.

Sekadar informasi, kemitraan UEA dan Indonesia dibuktikan dengan pertumbuhan perdagangan migas yang terus meningkat antara tahun 2017 hingga 2023.

Khaled Mohamed Palama, Gubernur Bank Sentral Uni Emirat Arab, menambahkan bahwa perjanjian tersebut merupakan dasar untuk memperkuat kemitraan masa depan antara kedua pihak.

“Perjanjian ini membuka lebih banyak peluang usaha di sektor perbankan dan keuangan serta merupakan upaya mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi,” ujarnya. (Jaringan AT)

Ikuti kami berita Google Dan saluran WA