Juni 15, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Indonesia harus waspada karena DXY menguat di antara mata uang dunia, kata BI

Tempo.co, JakartaWakil Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan Indonesia patut mewaspadai penguatan dolar AS terhadap mata uang lain yang dikenal dengan rupiah atau DXY (indeks dolar AS).

“DXY terus menguat, sementara mata uang Asia, termasuk rupee, mengalami tekanan. Hal ini terjadi di tengah panjangnya suku bunga di seluruh mata uang global,” ujarnya saat pemaparan. Tes sah sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI periode 2024-2029.

Pada pukul 13.00 WIB, nilai tukar rupee melemah 0,12 persen menjadi Rp16.221 terhadap dolar AS, berdasarkan pantauan melalui aplikasi RTI.

“Indonesia secara year-to-date (ytd) melemah menjadi 3,86 persen. Namun perbandingan regional menunjukkan depresiasi rupiah lebih terkendali dibandingkan negara lain,” ujarnya.

Won Korea melemah 5,43 persen, baht Thailand melemah 6,08 persen, dan lira Turki melemah 9,19 persen, ujarnya.

“Meski capaian perekonomian kita relatif solid, namun kita tidak boleh berpuas diri. Tantangan Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) masih ada baik secara global maupun domestik,” ujarnya.

Destri mengatakan tantangan-tantangan tersebut menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan Bank Indonesia. Selain itu, BI juga memiliki tiga tujuan utama dalam hal peraturan perundang-undangan terkait pengembangan dan penguatan sektor keuangan.

“Menjaga stabilitas nilai tukar rupee, menjaga stabilitas sistem pembayaran, dan membantu menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Annisa Fabiola

Seleksi Guru: Peletakan batu pertama tahap keenam ibu kota baru, Nusantara, juga diharapkan dilakukan pada 4 dan 5 Juni

klik disini melakukan mendapatkan Berita terkini Tempo di Google News