Oktober 4, 2022

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Indonesia ingin mengurangi ekspor minyak sawit untuk menahan inflasi

Dalam minyak sawit

Pemerintah Indonesia kini tertarik untuk menahan kenaikan harga minyak sawit domestik. Terkait hal tersebut, pemerintah telah menerapkan persyaratan ekspor minyak sawit yang baru pada akhir Januari 2022. Harga minyak sawit di dalam negeri telah meningkat lebih dari 30 persen sejak awal tahun 2021.












Di bawah kebijakan kewajiban pasar domestik yang baru, eksportir produk minyak sawit diwajibkan untuk menjual 20 persen dari total ekspor yang direncanakan di dalam negeri. Kewajiban ini dipenuhi oleh eksportir yang harus menyerahkan sejumlah dokumen, antara lain rencana ekspor dan rencana distribusi dalam negeri, untuk mendapatkan izin ekspor. Memperkirakan produksi minyak sawit dan arah harganya penting bagi perekonomian Indonesia karena negara ini adalah produsen dan konsumen barang terbesar di dunia, yang mencakup setengah dari distribusi dunia.

Minyak sawit digunakan dalam berbagai makanan dan non-makanan seperti coklat, kue kering, deterjen, mie instan, es krim, lipstik, mentega, roti kemasan, tepung pizza, sampo dan sabun. Minyak sawit memiliki konsumsi yang luas dan pasar global untuk minyak sawit telah tumbuh dengan kecepatan yang stabil selama bertahun-tahun sejalan dengan sektor minyak nabati.












Kebijakan baru pemerintah Indonesia bertujuan untuk mengendalikan pasokan minyak nabati dalam negeri dan harganya. Ekspor Indonesia tertinggal di belakang tahun lalu selama tahun-tahun pemasaran, dengan impor minyak sawit Indonesia berkurang di pasar-pasar berikut: India, 700.000 metrik ton; Cina, 400.000 metrik ton; Dan UE 450.000 metrik ton.

Palmyra memiliki pasar terbesar di kawasan Asia-Pasifik, menyumbang hampir 50% dari total pendapatan global. Asia-Pasifik atau Asia Pasifik adalah bagian dunia yang berada di atau dekat Samudra Pasifik bagian barat. Ini umumnya mencakup Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru. Berbagai faktor seperti pertumbuhan populasi yang cepat dan permintaan yang meningkat akan bahan makanan mendukung pertumbuhan pasar di wilayah tersebut.












Faktor-faktor seperti peningkatan jaringan ritel, perubahan kebiasaan makan dan urbanisasi yang cepat juga berkontribusi pada peningkatan permintaan minyak sawit di kawasan Asia-Pasifik.







READ  Chestnut Hill Bazaar menampilkan seni tradisional Indonesia