Mei 25, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Indonesia menambahkan taman nikel senilai hampir $40 miliar ke dalam rencana strategisnya

Indonesia menambahkan taman nikel senilai hampir $40 miliar ke dalam rencana strategisnya

JAKARTA: Pemerintahan Indonesia yang akan segera berakhir telah menambahkan 16 proyek ke dalam daftar proyek strategisnya, termasuk lima kawasan industri pengolahan nikel yang akan menerima dukungan negara, kata para pejabat pada hari Selasa.

Taman tersebut, yang bernilai total 636,9 triliun rupiah ($39,58 miliar), akan menghasilkan campuran endapan hidroksida dan nikel serta kobalt sulfat di empat kota berbeda di provinsi Sulawesi Tengah dan Tenggara.

Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sedang mencoba menggunakan cadangan nikel terbesar di dunia untuk menarik investasi asing yang akan meningkatkan posisinya dalam rantai pasokan global produksi baterai kendaraan listrik.

Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang akan mulai menjabat pada bulan Oktober, telah berjanji untuk melanjutkan kebijakan Widodo.

Taman tersebut juga akan mencakup pabrik pelindian asam bertekanan tinggi (HPAL) yang akan dibangun oleh perusahaan Indonesia Anukra Neo Energy Materials dan Goshan Indonesia Materials dari Tiongkok, yang akan memiliki kapasitas produksi nikel sebesar 120.000 ton MHP per tahun. Zhejiang Huayou Cobalt Co dari Tiongkok. Huayou telah bermitra dengan Vale Indonesia untuk membangun dua pabrik HPAL di Sulawesi.

Yang juga diberi nama strategis adalah proyek gas lepas pantai milik grup energi Italia Eni senilai $11,83 miliar di PSC Terusan Utara di Selat Makasar.

Menteri Perekonomian Erlanga Hartardo mengatakan pemerintah akan mendukung proyek-proyek tersebut dengan mempercepat perizinan, membuka lahan dan membantu mendapatkan pembiayaan.

“Proyek-proyek tersebut akan mendukung proyek-proyek prioritas pemerintah seperti pengembangan sektor hilir, memperkuat ketahanan energi dan pangan kita,” kata Menkeu mengacu pada sektor pengolahan nikel.