April 16, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Indonesia menunda pembelian jet tempur bekas karena kendala keuangan

Indonesia menunda pembelian jet tempur bekas karena kendala keuangan

JAKARTA: Pemerintah Indonesia menunda rencana pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5 yang sebelumnya digunakan Qatar karena keterbatasan kemampuan finansial, kata juru bicara menteri pertahanan.

Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan komentarnya dalam wawancara panel dengan stasiun televisi TV One awal pekan ini, dengan mengatakan penundaan itu diputuskan oleh kementerian pertahanan dan keuangan.

“Pemerintah… telah menunda pembelian jet Mirage karena kemampuan keuangan kami, saat ini, tidak dapat mendukung pembelian tersebut,” kata Dahnil kepada TV One, seraya menambahkan bahwa militer akan memerintahkan penarikan pesawat Sukhoi dan F16 yang ada. alih-alih

Tahnil dan juru bicara kementerian pertahanan dan keuangan tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Indonesia telah menandatangani kesepakatan dengan unit Grup Cekoslowakia (CSG) untuk membeli 12 jet tempur Mirage 2000-5 pada Januari 2023 senilai 733 juta euro (US$801,68 juta).

Jet bekas akan dikirimkan dalam waktu 24 bulan setelah penandatanganan kontrak. Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan pada tahun 2022 sementara Indonesia menunggu kedatangan 42 jet tempur Rafale yang dibeli Jakarta seharga US$8,1 miliar.

Rencana pembelian pesawat Mirage dikritik oleh beberapa anggota parlemen karena jet tersebut dianggap ketinggalan jaman.

Keputusan untuk menunda pembelian Mirage terjadi meskipun Presiden Joko Widodo menyetujui peningkatan belanja pertahanan sebesar 20 persen pada akhir tahun 2024 untuk meningkatkan perangkat keras militer menjadi US$25 miliar.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang merupakan kandidat terdepan dalam pemilihan presiden pada bulan Februari, telah mengawasi upaya militer untuk memodernisasi armadanya yang sudah tua, termasuk pembelian 12 drone baru dari Angkatan Udara dan Pertahanan Turki serta helikopter angkut dari perusahaan AS Boeing dan Lockheed Martin.