Mei 18, 2022

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Indonesia, Presiden Widodo menyebut defisit domestik untuk melarang ekspor minyak sawit

Indonesia akan melarang ekspor minyak sawit mulai minggu depan, kata presidennya pada hari Jumat, menghadapi kekurangan minyak goreng yang diproduksi dari produsen terbesar dunia.

Negara kepulauan di Asia Tenggara ini telah kehabisan minyak goreng berbasis kelapa sawit sejak November karena produsen di seluruh dunia kembali mengekspor karena kenaikan harga.

Para pejabat sekarang khawatir bahwa kekurangan dan kenaikan harga dapat memicu ketegangan sosial dan telah bergerak untuk melindungi barang.

“Pemerintah akan melarang ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng … sampai batas waktu yang ditentukan nanti,” kata Presiden Joko Widodo dalam sebuah pernyataan.

“Saya akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini agar minyak goreng tersedia melimpah dengan harga terjangkau di dalam negeri,” imbuhnya.

Pejabat memperkenalkan pembatasan terbatas pada ekspor minyak sawit pada bulan Januari, membatasi harga, dan mengumumkan kenaikan subsidi pangan untuk beberapa orang Indonesia.

Tetapi mencari produk di pasar dan toko kelontong menjadi lebih sulit, dan antrian panjang muncul di banyak tempat.

Pekan ini Kejaksaan Agung menuduh pejabat Kementerian Perdagangan melakukan korupsi dalam memberikan izin ekspor kepada produsen minyak sawit ketika mereka gagal memenuhi kewajiban pasar dalam negeri.

Kantor tersebut menangkap beberapa eksekutif puncak di tiga perusahaan minyak sawit terbesar di Indonesia, termasuk Wilmer Nabati Indonesia, anak perusahaan Wilmer International, raksasa yang berbasis di Singapura.

Minyak sawit adalah minyak nabati yang paling banyak digunakan di Indonesia, sedangkan minyak sawit mentah diekspor ke seluruh dunia untuk berbagai kegunaan mulai dari kosmetik hingga olesan cokelat.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), minyak nabati telah menjadi salah satu bahan makanan terpenting dalam beberapa pekan terakhir setelah invasi Rusia ke kekuatan pertanian Ukraina.

READ  AyoBlajar menumbuhkan budaya pendidikan baru di ruang kelas Indonesia

Baca semua Berita Baru , Berita Terkini Dan Pengumuman langsung IPL 2022 Di Sini.