September 25, 2021

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Kontribusi Cebu untuk Indonesia yang Fleksibel, Emerging Indonesia – Tidak Resmi

Proyek Banyu Urip merupakan pengembangan pertama di Wilayah Kerja Blok Cepu di Provinsi Jawa Tengah dan Timur, yang meliputi pengembangan lapangan minyak Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur. ExxonMobil Cebu Limited (EMCL) adalah operator Blok Cebu dengan kepemilikan 45%, di bawah pengawasan SKK Mikas selaku Pengendali Pengelolaan Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi berdasarkan Perjanjian Bagi Hasil; Dengan Mitra Blok Cepu, PT Pertamina EP Cepu, yang memiliki 45%; Dan empat instansi pemerintah daerah, memegang 10 persen sisanya.

Kontribusi NS Pertumbuhan ekonomi

Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama Cebu Black Offshore Facility, pekerja ExxonMobil pada 9 Juni 2021.

Produksi minyak awal dari sektor Banu Eropa di blok Cebu dimulai pada 2008 dengan Early Production Facility (EPF). Fasilitas produksi utama CPF (Central Processing Facility) telah mulai berproduksi sejak triwulan IV-2015. Dari produksi awal hingga hari ini, EMCL telah mencapai kinerja yang mengesankan.

W251bGwsIjIwMjEtMDgtMTcgMTc6MzM6NDAIXQ

Saat ini lapangan Banu Eropa merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia. Berdasarkan perkiraan teknis kami, perkiraan cadangan minyak Banu Eropa meningkat dari 450 juta barel minyak menjadi 940 juta barel. Hingga Juli 2021, total produksi dari Blok Cebu telah mencapai 485 juta barel minyak. Jumlah ini melebihi perkiraan total produksi cadangan minyak di batch asli.

Tingkat produksi puncak lapangan Banu Euro adalah 5 tahun atau 3 tahun lebih lama dari perkiraan PoD asli. Selain itu, tingkat produksi minyak puncak sekitar 30 persen lebih tinggi dari tingkat produksi PoD asli.

Sebagai ciri alami reservoir di seluruh dunia, produksi minyak dari lapangan Banu Eropa mulai menurun secara alami. EMCL bekerjasama dengan SKK Migas dan Blok Cepu terus melakukan upaya untuk mengelola penurunan produksi ini, termasuk menjajaki peluang baru lainnya di Blok Cepu.

READ  Indonesia mulai mengerjakan pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara

“Dengan dukungan pemerintah dan mitranya, kami berkontribusi pada operasi Blok Cebu yang aman, terpercaya dan efisien,” kata Mohammed Noordin, Senior Vice President, EMCL. “Dengan demikian, kita dapat membantu memperkuat ketahanan energi Indonesia dengan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap produksi minyak nasional.”

Kontribusi untuk transfer pengetahuan

Selama pembangunan proyek Banyu Urip, perjanjian engineering, procurement and construction (EPC) dilaksanakan oleh lima federasi yang dipimpin oleh perusahaan-perusahaan Indonesia. Pada puncak konstruksi, federasi mempekerjakan lebih dari 460 subkontraktor yang mempekerjakan sekitar 17.000 pekerja. Para pekerja ini menerima pelatihan dan lebih dari 2.500 sertifikat kerja. Proyek Banu Eurip menggunakan rig pengeboran pertama yang pernah dibangun di Indonesia. Semua ini memungkinkan banyak manfaat lain berupa transfer pengetahuan dan pengalaman yang mungkin berguna untuk mengerjakan proyek serupa di masa mendatang.

Lebih dari 99 persen karyawan ExxonMobil Cebu Limited adalah talenta terbaik Indonesia. Seratus sepuluh di antaranya merupakan operator terpilih dari sekitar sepuluh ribu kandidat dari wilayah sekitar Blok Cebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta telah mendapatkan pelatihan dan bimbingan operasional ExxonMobil di berbagai negara.

“Saya pernah pelatihan di California, AS, dan sekarang mengoperasikan rekor kinerja dan keselamatan kelas dunia di Blok Cebu, serta fasilitas pemrosesan pusat,” kata Miftakul Hidaya, wanita asal Bojonegoro yang bekerja sebagai koordinator perizinan.

KontribusiIon Ke NS Perkembangan sosial

Salah satu tank ExxonMobil di Blok Cebu

Sejak 2007, kami telah bermitra dengan mitra dan masyarakat untuk berkontribusi lebih dari $500 miliar untuk proyek pengembangan masyarakat. Kami fokus membantu program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan ekonomi di sekitar wilayah operasi kami. Lebih dari dua lakh anggota masyarakat telah mendapat manfaat dari program pengembangan masyarakat kami.

READ  Indonesia mengatakan Fortescu menginvestasikan miliaran di Tsinghuan Borneo

Contoh: EMCL bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional mulai membangun 223 reaktor biogas di kawasan Bojonegoro dan DuPont. Hampir ribuan anggota masyarakat memanfaatkan energi alternatif ini untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan penerangan, sehingga membantu perekonomian mereka.

Contoh lainnya adalah pembentukan kelompok masyarakat mandiri untuk mengelola dan mengelola air bersih bekerja sama dengan EMCL dan LSM serta pemerintah daerah Kabupaten Bojonegoro, Flora dan Duben untuk mempromosikan kesehatan lingkungan di sekitar wilayah operasi. 35 fasilitas air bersih memiliki keran lebih dari 100 km. Program ini melayani lebih dari 38.000 anggota komunitas.

Kami mendukung upaya pemerintah dalam menangani epidemi Govt-19. Sejak mewabah, kami mendukung pemerintah untuk melaksanakan program tanggap COVID-19, termasuk program vaksinasi. Program ini menjangkau anak-anak dan orang tua, serta pekerja mitra distributor kami, termasuk penyediaan lebih dari 14.000 suplemen dan paket makanan. Baru-baru ini, kami telah bekerja sama dengan kontraktor KKS lainnya berkoordinasi dengan SKK Micas untuk mengirimkan oksigen dan pipa oksigen.

Selain itu, lebih dari 3.700 pekerja kami telah menyumbangkan lebih dari 24.000 jam pelayanan masyarakat di Jakarta, Aceh Utara, Bojonegoro, Flora dan DuPont.

Wakil Presiden EMCL Urusan Publik dan Pemerintahan Asi N. “Proyek pengembangan masyarakat ini adalah kontribusi kami untuk ‘Flexible Indonesia, Emerging Indonesia’.”

Republik Operasi Usaha Hulu Migas Indonesia, ExxonMobil, Bertamina EP Cebu dan Satgas Khusus Badan Kerjasama Kepentingan Kemitraan Blok Cebu.