Mei 18, 2022

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Mempercepat pengembangan infrastruktur digital di Indonesia – OpenGov di Asia

Presiden Joko Widodo dari Indonesia bersikeras Kelima fitur tersebut terkait dengan percepatan transformasi digital nasional, percepatan akses telekomunikasi, peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan Internet.

Pada tahun 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia telah mengembangkan infrastruktur digital yang mencakup semua aspek. Kementerian melakukan penataan pita frekuensi radio untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan 4G, mengupgrade jaringan 5G dan menyukseskan program Analog Switch Off (ASO).

Pertama, Kementerian sejauh ini telah melakukan penggelaran Jaringan Kabel Fiber Optic Palaba Ring dari backbone layer baik ke Palaba Ring Barat, Tengah dan Timur, dimana tahun 2021 merupakan tahun penilaian penggunaan Palaba Ring. .

– Teddy Bermudi, Juru Bicara, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Untuk memaksimalkan penggunaan cincin Palaba, serat optik harus digunakan untuk menghubungkan titik serat optik yang tidak terhubung di darat dan di laut. Sementara Indonesia saat ini menggunakan 9 satelit telekomunikasi setara dengan 50 Gbps, 55% di antaranya digunakan Kementerian, untuk infrastruktur di lapisan middle mile dengan menyediakan kemampuan satelit.

Untuk memenuhi kebutuhan kapabilitas satelit yang terus meningkat, pada tahun 2021 sedang berlangsung proses pembangunan satelit multifungsi SATRIA-I berkapasitas 150 Gbps, termasuk pembangunan komponen satelit dan roket di Prancis dan Amerika Serikat, serta 11 Stasiun bumi di Indonesia.

Sementara itu, pada last mile, kementerian bersama mitra operator seluler mulai membangun basic transceiver station (BTS) di 12.548 desa yang belum memiliki akses 4G. Total pembangunan BTS tersebut meliputi 9.113 BTS di area 3T oleh BLU BAKTI Kementerian dan 3.435 BTS di area non-3T oleh operator seluler.

Selain pembangunan infrastruktur digital yang masif, Kementerian terus memastikan kualitas layanan telekomunikasi di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian telah membentuk Pusat Pemantauan Telekomunikasi yang mengukur kualitas layanan (QoS) dan kualitas pengalaman (QoE) dan mengejar layanan pengaduan masyarakat terkait gangguan layanan secara real time. Di 514 wilayah/kota.

READ  Gangguan teknis memaksa penutupan sebagian di tanah Merax Eni di Indonesia

Kementerian akan terus meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di bawah proyek-proyek di Peta Jalan Indonesia Digital. Pada tahun 2022, Kementerian akan fokus menyelesaikan last mile of growth di lapisan tulang punggung.

Sebagai bagian dari Growth Assessment 2022, terdapat sejumlah tantangan dalam meningkatkan infrastruktur digital, antara lain keterbatasan pendanaan, terutama untuk pertumbuhan di kawasan 3T (terbelakang, terbuka, dan tertinggal). Oleh karena itu, kementerian melakukan terobosan dengan skema pendanaan campuran.

Sebagai Dilaporkan Melalui OpenGov Asia, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan digitalisasi merupakan salah satu strategi untuk mempercepat transisi menuju ekonomi baru. Dia mengatakan teknologi digital telah memungkinkan peningkatan integrasi di antara para pemangku kepentingan ekonomi untuk mempercepat perdagangan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan akses ke layanan publik. “Kecepatan ini harus dimanfaatkan untuk mendorong proses transformasi digital,” ujarnya.

Ekonomi negara-negara Asia Tenggara bernilai lebih dari $ 100 miliar. Menurut Menkeu, ini akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2025, mencapai US$300 miliar. E-commerce ASEAN merupakan kontributor signifikan bagi ekonomi digital, diikuti oleh transportasi dan distribusi makanan, media online dan perjalanan. Selain itu, ia mencatat bahwa HealthTech dan EduTech telah muncul sebagai sektor yang menjanjikan. Ekonomi digital Indonesia bernilai $44 miliar, terbesar di ASEAN, dan diperkirakan akan tumbuh delapan kali lipat pada 2030.