Juli 14, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Pemerintah Indonesia mendesak sekolah kejuruan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri

Pemerintah Indonesia mendesak sekolah kejuruan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri

Jakarta (Antara) – Legislator Mustafa Kamal pada Rabu mendesak pemerintah memastikan jurusan yang ditawarkan sekolah menengah kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Penyesuaian jurusan perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri untuk menjamin penyerapan lulusan di industri secara maksimal dan mengurangi pengangguran di dalam negeri, ujarnya.

Ia menggarisbawahi perbedaan antara sekolah reguler dan sekolah kejuruan, dengan mengatakan bahwa lulusan sekolah menengah kejuruan lebih bergantung pada kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan teknologi yang berkembang.

“Untuk itu harus ada link and fit dengan dunia industri. Jangan sampai ada yang tidak relevan,” kata Kamal dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube TVR Parlemen.

Menteri Sumber Daya Manusia Aida Faucia sebelumnya mengatakan salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Tanah Air, khususnya generasi Z, adalah ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

Lulusan SMK merupakan penyumbang terbesar angka pengangguran, yakni sekitar 8,9 persen, ujarnya.

“Itu karena ketidaksesuaian,” katanya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Peraturan tersebut mengatur bahwa pendidikan dan pelatihan harus memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Fauziyah mengatakan peraturan tersebut mendorong koordinasi antar pemangku kepentingan terkait untuk menyediakan tenaga kerja terampil guna memenuhi kebutuhan pasar kerja yang dinamis.

Berita Terkait: Pemerintah Fokus pada Kebangkitan Pendidikan Vokasi
Berita terkait: Menteri HRD mendesak pusat pelatihan untuk menjembatani kesenjangan kerja

READ  Aktivis menuduh Indonesia memproduksi baterai 'bersih' dengan polusi batu bara