Juli 21, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Pengamat diingatkan bahwa ada aplikasi asing yang mengancam eksistensi UMKM Indonesia

Pengamat diingatkan bahwa ada aplikasi asing yang mengancam eksistensi UMKM Indonesia

JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Economic and Legal Studies (CELIOS) Bhima Yudhishthira mengatakan kehadiran perusahaan asing seperti Temu dapat mengancam eksistensi UMKM lokal karena Indonesia menjadi pasar barang impor.

Indonesia hanya dijadikan pasar, banyak pelaku usaha yang terancam gulung tikar dan menimbulkan PHK massal, terutama di sektor manufaktur, kata Bhima dikutip Antara di Jakarta, Sabtu, 15 Juni.

Melalui staf Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya Fiki Satari, Temu dengan tegas menolak masuk ke Indonesia. Menurut dia, penerapannya harus sesuai dengan aturan yang ada.

Ada PP No 29 Tahun 2002 tentang Larangan Penggabungan KBLI 47, yang bisa kita ubah Permendag No 31 Tahun 2023 tentang Pengawasan Sistem Elektronik. Pelakunya, ada yang lintas batas langsung, jadi tidak diperbolehkan,” kata Fikki.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, nilai ekonomi digital UMKM akan mencapai Rp 4,531 triliun pada tahun 2030, yang berpotensi meningkatkan akses pasar yang lebih luas di ekosistem digital.

Perlu diketahui bahwa Temu adalah platform lintas batas global yang berasal dari Tiongkok. Perusahaan utilitas menggunakan metode penjualan pabrik ke konsumen (penjualan langsung pabrik ke konsumen). Sistem ini dinilai berdampak negatif terhadap UMKM dan lapangan kerja di Indonesia. Saat ini TMU telah merambah ke 58 negara.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan kekhawatirannya dengan masuknya aplikasi pasar baru yang bisa menghubungkan langsung pabrik di China dengan konsumen Indonesia.

“Saya khawatir dengan hal ini, masih ada aplikasi digital lintas negara yang menurut saya akan masuk ke kita dan akan lebih bertenaga dibandingkan TikTok karena menghubungkan pabrik langsung dengan konsumen,” kata Deton di Jakarta, Senin (10/6). ).

READ  Fasilitas pemerintah untuk rencana strategis nasional di bawah Omnibus Act of Indonesia

Aplikasi yang diberi nama Temu ini berasal dari China dan masuk ke 58 negara, kata Deten.

Menurutnya, aplikasi tersebut terhubung dengan 80 pabrik di China dan produknya bisa langsung diadopsi oleh seluruh konsumen di dunia.

Tag: umkm ekonomi