Mei 27, 2022

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Peta baru langit malam mengungkapkan 4,4 juta galaksi dan objek luar angkasa lainnya

Peta baru langit malam mengungkapkan 4,4 juta galaksi dan objek luar angkasa lainnya

Sebagian besar objek ini adalah galaksi yang berisi lubang hitam besar atau bintang baru yang tumbuh dengan cepat. Penemuan lain termasuk tabrakan kelompok galaksi jauh dan bintang bercahaya, yang bervariasi dalam kecerahan, dalam Bima Sakti, menurut rilis berita dari Universitas Durham di Inggris.

Pengamatan dilakukan dengan menganalisis sejumlah besar data dari teleskop Low Frequency Array yang sensitif, yang dikenal sebagai LOFAR, yang menggunakan frekuensi radio rendah untuk mengamati dan mengklasifikasikan sekitar seperempat langit belahan bumi utara secara detail. Ini dioperasikan oleh ASTRON, Institut Astronomi Radio Belanda.

Kumpulan data ini adalah survei langit LOFAR kedua yang diumumkan dan mencakup area 13 kali edisi pertamayang telah merekam sinyal radio dari hampir 300.000 galaksi dan objek luar angkasa lainnya.

Radio astronomi adalah cara lain untuk mengungkap rahasia alam semesta, terutama hal-hal yang tidak dapat dilihat dengan gelombang cahaya tampak, seperti lubang hitam.

“Setiap kali kami membuat peta, layar kami dipenuhi dengan penemuan-penemuan baru dan hal-hal yang belum pernah dilihat mata manusia sebelumnya. Menjelajahi fenomena asing yang bersinar di dunia radio aktif adalah pengalaman yang luar biasa dan tim kami sangat senang bisa melakukannya. buat peta ini menjadi publik,” kata astronom Timothy Shimwell. , ilmuwan yang berpartisipasi dalam ASTRON dan Universitas Leiden, dalam sebuah pernyataan.

Survei langit baru mengungkapkan ratusan ribu galaksi

Versi data ini Hanya 27% dari keseluruhan survei, kata Schmuel.

“Kami berharap ini mengarah pada banyak terobosan ilmiah di masa depan, termasuk mempelajari bagaimana struktur terbesar di alam semesta tumbuh, bagaimana lubang hitam terbentuk dan berevolusi, fisika yang mengatur pembentukan bintang di galaksi jauh, dan bahkan detail yang paling menarik. tahapan dalam kehidupan bintang di galaksi kita.”.

READ  Otak astronot "diatur ulang" selama misi luar angkasa

Untuk memetakan objek luar angkasa, para ilmuwan menggunakan algoritme pada komputer berkinerja tinggi di seluruh Eropa untuk memproses 3.500 jam pengamatan. Prestasi pemrosesan data ini membutuhkan daya komputasi hampir 20.000 komputer laptop.

Ashley Strickland dari CNN berkontribusi pada cerita ini.