Juni 23, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Untuk menjadi anggota OECD, Indonesia sedang mengkaji kebijakan ekonominya

Untuk menjadi anggota OECD, Indonesia sedang mengkaji kebijakan ekonominya

JAKARTA: Sebagai anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pertama di Asia Tenggara, Indonesia akan memulai peninjauan terhadap sejumlah kebijakan ekonomi, kata seorang menteri senior pada hari Rabu.

Indonesia telah menetapkan tujuan untuk menjadi anggota OECD dalam waktu tiga tahun setelah kelompok yang berbasis di Paris tersebut membuka diskusi aksesi dengan Indonesia pada bulan Februari.

Jakarta berharap keanggotaan tersebut akan membawa lebih banyak investasi dan kesepakatan perdagangan ke negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara.

Dengan lebih dari 30 negara anggota, OECD adalah organisasi internasional yang memberikan nasihat kepada anggotanya mengenai kebijakan publik, termasuk masalah sosial, ekonomi dan lingkungan.

Pihak berwenang di Indonesia akan meninjau kebijakan-kebijakan yang berfokus pada lebih dari dua lusin bidang, termasuk perpajakan, ekonomi digital, dan pengendalian anti-korupsi, untuk memastikan kebijakan-kebijakan tersebut sejalan dengan standar OECD, menurut Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto. Mulai proses pendaftaran.

Berbicara kepada Airlangga pada peluncuran tersebut, Sekretaris Jenderal OECD Matthias Gorman berjanji untuk mendukung upaya Indonesia untuk mempercepat proses aksesi, meskipun ia mengatakan bahwa jadwal yang ditetapkan sendiri oleh negara tersebut ambisius.

“Mari kita bergerak secepat mungkin, namun luangkan waktu yang diperlukan untuk memastikan bahwa reformasi yang diadopsi sebagai bagian dari proses ini mendapat dukungan publik yang diperlukan dan dapat berkelanjutan dari waktu ke waktu dan secara umum memberikan semua manfaat yang ingin kita capai bagi masyarakat Indonesia. , “kata Gorman.

Minggu ini, Corman bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang akan menggantikan Widodo pada bulan Oktober.