April 19, 2024

Bejagadget

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta Beja Gadget, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta yang diperbarui.

Kasus demam berdarah akan turun 30 persen di Indonesia pada tahun 2023: Kementerian Kesehatan

Kasus demam berdarah akan turun 30 persen di Indonesia pada tahun 2023: Kementerian Kesehatan

JAKARTA (ANTARA) – Jumlah kasus demam berdarah di Indonesia pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata Kementerian Kesehatan, Kamis.

“Pada tahun 2023, total kasus demam berdarah di Indonesia sebanyak 114.720 kasus dan mengakibatkan 894 kematian,” kata Imran Bambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, pada diskusi tentang penanganan demam berdarah di Jakarta.

Ia menyebutkan, sebanyak 19.328 kasus DBD dilaporkan di Jawa Barat pada tahun 2023. Korban meninggal tertinggi sebanyak 143 kasus terjadi di Jawa Tengah.

Pada tahun 2022, dilaporkan 1.43.176 kasus demam berdarah dengan 1.236 kematian.

35.556 kasus demam berdarah dan 290 kematian akibat demam berdarah dilaporkan pada minggu ke-11 tahun 2024. Jawa Barat mencatatkan jumlah kasus tertinggi yakni 10.428 kasus dengan kematian 94 orang.

Menurut Bambudi, kasus DBD meningkat di 18 provinsi hingga Maret 2024.

Provinsi tersebut adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Pengulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bandon, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Korandalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Jakarta.

Ia mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi dalam penanganan DBD, terutama pemahaman masyarakat terhadap DBD dan budaya pemberantasan kelambu yang masih belum kondusif.

“Juga menurut saya hujan saat ini tidak biasa: bisa turun hujan terus menerus selama tiga hari, lalu cuaca panas selama empat hari. Hal ini menimbulkan genangan air saat hujan dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelas Bamboudi.

Ia menyebutkan beberapa strategi penanganan demam berdarah, antara lain manajemen risiko, peningkatan akses terhadap layanan publik, penguatan pengawasan, serta pelibatan masyarakat dan pemerintah.

READ  Peningkatan kerjasama di sektor biomassa antara Jepang dan Indonesia

Berita terkait: Indonesia-Feocruz berencana berkolaborasi dalam pengembangan vaksin demam berdarah
Berita terkait: Kementerian bermitra dengan sektor swasta untuk mencapai nihil kematian akibat demam berdarah

Penerjemah: Mekka Yumna, Raga Adji
Pengarang: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2024